Magang di Arsip UGM

Ditulis oleh: Medinfo

15 July 2020

Magang bagi mahasiswa khusunya vokasi merupakan kegiatan yang cukup penting untuk menunjang akademik. Magang dikatakan dapat menjadi wadah praktik atas teori yang didapat di bangku kelas. Walaupun untuk mahasiswa vokasi wajib untuk melaksanakan magang sebagai kewajiban Tugas Akhir, namun dengan sharing pengalaman magang pada artikel di bawah ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk dapat lebih aktif lagi melaksanakan kegiatan magang secara rutin setiap libur semester.

Artikel kali ini akan menceritakan seorang mahasiswa Prodi D3 Kearsipan angkatan 2018 yang bernama Tri Winarni. Ia telah melaksanakan magang di Arsip UGM. Tri magang di Arsip UGM pada saat dia memasuki liburan semester dua. Tri melaksanakan magang selama kurang lebih 5 bulan dari bulan Juli hingga November 2019 atau kurang lebih 322 jam. Alasan Tri melaksanakan magang di Arsip UGM karena pada saat itu baru menyelesaikan semester dua, Tri merasa bahwa kemampuannya dalam bidang kearsipan masih sedikit, sehingga lebih memilih instansi internal kampus dan belum berani untuk magang di instansi luar kampus seperti Dinas atau Museum.

Pada saat magang, Tri ditempatkan di bagian Pengolahan Arsip Statis Balairung. Arsip-arsip Balairung terdiri dari arsip majalah dan koran dalam kurun waktu 1980-an. Dalam kegiatanya saat magang, Tri didampingingi oleh Arsiparis Arsip UGM. Sehingga sewaktu-waktu apabila ada yang belum ia pahami, Tri dapat menanyakannya. Selama magang tri banyak melakukan kegiatan mulai dari pengelompokan arsip berdasarkan penerbit, kemudian dikelompokkan secara kronologis, entry arsip ke dalam excel untuk membuat daftar arsip. Peng-entry-an arsip ini merupakan lanjutan dari DAS (Daftar Arsip Statis) yang dicetak sebelumnya. Menurut Tri, sarana dan prasarana di Arsip UGM sudah cukup lengkap dan memadai untuk mahasiswa yang melaksanakan magang di sana.

Kesan Tri selama magang di sana, menurutnya karyawan dan arsiparis di Arsip UGM sangat ramah. Hal itu juga tidak dibeda-bedakan mana mahasiswa magang ataupun karyawan di sana. Suasana menjadi lebih hidup karena dapat berbagi cerita, tawa, dan tidak sungkan untuk mengajak makan siang bersama. Selain itu juga para karyawan sering melakukan syukuran atas selesainya pendidikan jenjang S2. Menurut Tri, budaya sholat dhuha dan sholat berjama’ah bagi karyawan muslim, juga diterapkan di Arsip UGM sebelum memulai pekerjaan mereka.

Tri menyarankan kepada adik tingkatnya dan mahasiswa secara keseluruhan, jika terdapat waktu senggang seperti liburan semester, sebaiknya diisi dengan hal-hal yang positif dan produktif, salah satunya magang. Mulailah magang sejak semester awal. Tidak perlu khawatir jika pengetahuan tentang kearsipan masih minim, takut jika tidak diterima pengajuannya, atau takut jika membuat kesalahan, dan lain-lain. Dengan melaksanakan magang, justru pengetahuan yang minim akan semakin bertambah dan berkembang luas tentang bagaimana dunia kerja sebenarnya dan mengenal serta menghadapi berbagai karakter manusia di tempat kerja. Magang inilah yang akan menjadi latihan atau referensi untuk melakukan PKL pada akhir masa perkuliahan.

Created by: Nabiilah Khusnul Afifah (Litbang Himadika)

Tulisan kami yang lainnya:

Magang di KEMENDES

Serunya Magang di KEMENDES Bisa bekerja di pemerintahan pusat mungkin adalah hal yang tidak mudah, tidak semua orang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: