Diskusi: “Pengelolaan Arsip di Tengah Pandemi COVID-19”

Ditulis oleh: Medinfo

15 July 2020

Pada hari Jum’at tanggal 10 Juli 2020 lalu Himadika untuk pertama kalinya mengadakan diskusi secara daring atau online. Berawal dari rasa penasaran tentang bagaimana pengelolaan arsip di masa pandemi COVID-19 ini akhirnya tercetuslah diskusi online dengan mengusung tema “Pengelolaan Arsip di Tengah Pandemi COVID-19”. Untuk menjawab rasa penasaran tersebut pada diskusi kali ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Ibu Muslichah A.Md., S.I.P selaku arsiparis UGM dan Bapak Drs. Burhanuddin DR, MAP selaku arsiparis DPAD DIY. Diskusi ini diramaikan oleh mahasiswa D3 dan D4 Kearsipan UGM dari angkatan 2017, 2018 dan 2019.

Pada masa pandemi COVID-19 ini para arsiparis terpaksa harus dirumahkan atau kerja dari rumah (WFH). Kegiatan pengelolaan arsip mau tidak mau harus berhenti untuk sementara waktu. Namun bagi arsip UGM masalah ini masih bisa diatasi dengan mengalih mediakan arsip fisik ke bentuk digital untuk sementara waktu, dengan begitu risiko transmisi virus bisa dihindari. Lalu untuk kegiatan persuratan dialihkan ke media surel atau email. Beberapa kegiatan pengelolaan mungkin bisa diadaptasi menjadi digital tetapi tidak dengan kegiatan seperti akuisisi dan preservasi yang sangat sulit untuk beradaptasi dengan keadaan. Tentunya karena sulit untuk beradaptasi kegiatan akusisi dan preservasi sementara waktu tidak bisa berjalan.

Pada dasarnya memang pandemi COVID-19 merupakan masalah bagi kearsipan, khususnya di Indonesia. Namun dari kacamata Bapak Burhan situasi pandemi ini bisa mendekatkan kearsipan di Indonesia menuju gerbang digital. Akan tetapi disisi lain pola pikir konvensional masih melekat di Indonesia, sehingga terjadi tumpang tindih dan menghambat kearsipan Indonesia menuju era digital yang sepenuhnya. Pada era Revolusi Industri 4.0 ini mau tidak mau atau siap tidak siap bidang kearsipan lama-kelamaan akan segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan akan melahirkan born digital record. Pada masa pandemi COVID-19 ini sebenarnya justru bisa dijadikan upaya untuk mengasah keterampilan dan wawasan tentang bagaimana kearsipan beradaptasi di era digital ini. Untuk itu diperlukan regulasi, profesionalitas dan penguasaan terhadap perkembangan teknologi informasi.

 

Created by  : Ibnu Al Hakim (Litbang HIMADIKA)

 

Tulisan kami yang lainnya:

Magang di KEMENDES

Serunya Magang di KEMENDES Bisa bekerja di pemerintahan pusat mungkin adalah hal yang tidak mudah, tidak semua orang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: