Alumni Kearsipan (Rahmad Azhar Hutomo)

Ditulis oleh: Medinfo

19 September 2020

Pria yang memiliki nama lengkap Rahmad Azhar Hutomo atau dapat disapa mas Azhar ini lahir di Yogyakarta, 26 Agustus 1992. mas Azhar merupakan alumni D3 Kearsipan UGM yang telah menyelesaikan progam studinya pada tahun 2014. Beliau saat ini telah bekerja sebagai fotografer dan editor di majalah National Geographic Indonesia yang berada di Jakarta.

Jalan yang dilalui mas Azhar untuk dapat menempuh studi di kearsipan UGM tentu tidaklah mudah. Sebelumnya, ia telah diterima di jurusan Komunikasi Internasional UGM. Namun, karena biaya yang dibutuhkan cukup tinggi membuatnya berkeinginan untuk mendaftar di jurusan lain. Berkat saran dan rekomendasi dari keluarga, mas Azhar akhirnya mendaftarkan diri masuk prodi kearsipan melalui jalur tes. Banyaknya lowongan pekerjaan di berbagai tempat dan prospek kerja yang bagus menjadi alasan tersendiri baginya dalam memilih jurusan ini.

Selama berkuliah di kearsipan UGM tentunya ada perasaan senang dan susah. Saat masih berkuliah, mas Azhar menemukan banyak arsip yang ada belum terintegrasi dengan baik seperti halnya saat ini. Sekarang, pastinya teknologi informasi sudah berkembang pesat sehingga arsip yang ada sudah mengalami kemajuan. Di sisi lain, berbagai praktik yang dilakukan tentu sangatlah bermanfaat dalam memberikan gambaran mengenai pelaksanaan kearsipan. Misalnya, kegiatan preservasi arsip dan kunjungan ke berbagai kantor dan instansi.

Selama berkuliah tidak ada kendala yang begitu besar yang dialami. Materi dan fasilitas yang ada sudah memadai dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan kearsipan. Namun, penerapan dan implementasi kearsipan perlu dikembangkan sehingga tidak hanya berorientasi di bidang pemerintahan dan kedinasan. Bidang kearsipan juga dapat meluas ke berbagai aspek misalnya fotografi. Saat berkuliah, mas Azhar menggeluti hobi fotografi yang ternyata memiliki kaitan erat dengan kearsipan. Hasil kegiatan fotografi berupa foto juga merupakan arsip yang memerlukan sistem kearsipan tersendiri. Hal ini menjadi tantangan dan wawasan baru bagi kita sehingga arsip bisa berada di berbagai bidang.

Mas Azhar berpesan Mahasiswa harus lebih kritis pada apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya di bidang kearsipan. Misalnya, ketika terdapat kekurangan maka perlu kita kritisi dan berikan saran untuk perkembangannya. Jangan hanya mengikuti arus saja, cobalah menemukan cara dan ide baru sehingga dunia kearsipan lebih beragam dan berkembang. Aktivitas organisasi mahasiswa juga bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran. Ke depannya kita juga membutuhkan second skill untuk mendukung keahlian kita dalam kearsipan. Misalnya, keahlian dalam bidang teknologi informasi, fotografi, penulisan, dan lainnya. Melalui keahlian yang berbeda kemudian digabungkan maka akan memberikan manfaat yang lebih dan membantu kita di bidang kearsipan.

Mas Azhar berharap Kearsipan UGM dapat melahirkan arsiparis yang mengikuti perkembangan zaman. Kedepannya seiring berbagai generasi, Kearsipan UGM dapat terus mencetak mahasiswa yang dapat bermanfaat dan memberikan hasil terbaik bagi bangsa dan negara. Selalu fleksibel dan terus berkembang dengan perubahan zaman yang ada.

Created by : Athiyyah Zayyan Salsabila (Litbang HIMADIKA)

 

Tulisan kami yang lainnya:

Magang di KEMENDES

Serunya Magang di KEMENDES Bisa bekerja di pemerintahan pusat mungkin adalah hal yang tidak mudah, tidak semua orang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: