Nobar Di Rumah IVAA

Foto Bersama HIMADIKA UGM bersama komunitas Dibalik Bingkai dan Indonesian Visual Art Archieve (IVAA).

Kamis, 7 Februari 2019 Himpunan Mahasiswa Prodi Kearsipan (HIMADIKA) UGM bersama dengan komunitas Dibalik Bingkai dan Indonesian Visual Art Archieve (IVAA) mengadakan acara diskusi bersama yang dibungkus dengan nama Nobar atau Ngobrol Bareng. Nobar ini diadakan di Rumah IVAA yang terletak di Jalan Ireda, Dipowinatan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Rumah yang bergaya sederhana tetapi sangat unik dan menarik, di dalamnya terdapat perpustakan yang memiliki buku yang cukup lengkap. Nobar ini dihadiri oleh teman-teman dari prodi kearsipan, masyarakat umum, dan juga karyawan dari Balai Perindustrian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tema nobar yang diangkat kali ini tentang “Arsip ormas orpol mau dibawa kemana?” Nobar ini berjalan selama kurang lebih 2 jam dengan 2 narasumber yaitu Pak Yayan Daryan dari ANRI dan Ibu Musliichah dari dosen praktisi kearsipan, dengan moderator Hardiawan Prayoga dari IVAA. Tema yang dipilih menjadi diskusi kali ini bertujuan untuk menjawab kebingungan teman-teman maupun masyarakat awam tentang dimana arsip ormas orpol disimpan, dikelola, dan siapa yang bertanggung jawab atas arsip tersebut.

Seperti yang kita ketahui, organisasi masyarakat atau organisasi politik yang ada di Indonesia cukup banyak. Semua pasti memiliki arsip dari kegiatan yang telah dilakukan oleh ormas orpol tersebut. Arsip ormas orpol semestinya dikelola oleh Lembaga Kearsipan Daerah (LKD), tetapi dalam faktanya LKD belum mampu mengelola arsip miliknya sendiri secara baik dan terjadilah semacam collapse. Dengan terjadinya hal semacam ini kesadaran tiap lapisan masyarakat untuk mengolah arsipnya sendiri menjadi poin penting. Gerakan yang berupa insisiatif untuk mengelola dan sadar arsip sangat baik untuk dilakukan. Selaras dengan peraturan yang digunkan yaitu UU No 43 Tahun 2009 yang membahas tentang kearsipan juga belum relevan dengan keadaan yang terjadi sekarang. Bersumber Dari Pak Yayan yang menyebutkan bahwa UU No 43 Tahun 2009 memang belum sesuai dengan keadaan dilapangan. Hal ini juga dipengaruhi dengan adanya kemajuan zaman dan juga teknologi, segera mungkin ANRI telah mengkaji untuk melakukan perubahan terhadap UU agar dapat sesuai dengan keadaan yang ada. Selain itu, untuk memajukan kearsipan di Indonesia ini perlu adanya keterlibatan semua pihak untuk mengelola arsip yang dimilikinya. Arsip tersimpan hidup akan nyaman!

%d bloggers like this: