Wanita yang memiliki nama lengkap Rizka Maulidya Yusnaini atau dapat disapa Mbak Rizka ini lahir di Bantul, 19 Agustus 1994. Beliau merupakan alumni SMA 2 Bantul yang telah menyelesaikan studi di program studi kearsipan UGM pada tahun 2015. Beliau saat ini bekerja di Sekretariat DPRD Kabupaten Bantul yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman 85 Bantul.

Jalan yang dilalui beliau untuk dapat menempuh studi di kearsipan UGM tentu tidaklah mudah. Pada awalnya beliau tidak tahu apa itu kearsipan dan mendapat informasi tentang prodi ini melalui sharing alumni. Sebelumnya beliau pernah mencoba beberapa program studi dan universitas melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN namun kata lolos belum berpihak kepada beliau. Usaha yang dilaluinya selalu diiringi dengan dukungan dari orang tua, hal itu yang menyebabkan semangatnya tidak pernah padam untuk terus berusaha hingga akhirnya memilih prodi kearsipan UGM melalui jalur UTUL. Kata “diterima” menyambutnya dan menjadi jembatan beliau dalam meniti karirnya saat ini.

Selama masa studi, beliau memiliki beberapa kesan pesan. Beliau merasa kecewa saat dihilangkannya mata kuliah bahasa Belanda dari kurikulum. Padahal bahasa asing di dunia kerja dibutuhkan dan harus disiapkan. Sehingga beliau mengharapkan ditambahkannya kurikulum bahasa Belanda, bahasa Jepang, maupun bahasa asing lainnya selain bahasa Inggris.

Menurutnya kesan selama studi di kearsipan UGM adalah membuatnya tahu tentang bagaimana memaknai arti sejarah. Beliau juga berharap prodi kearsipan UGM lebih unggul di tingkat UGM, nasional, dan internasional. Pesan beliau kearsipan tidak dimaknai dengan sebuah “kertas” saja tetapi bagaimana cara mengolah “kertas” itu menjadi bermanfaat bagi orang lain yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Karena pengalamannya di pekerjaan beliau saat ini, beliau tidak hanya berkecimpung dalam arsip tekstual namun sudah berkembang dan berjalan dengan arsip digital.

Pesan yang dapat dipetik adalah bahwa setiap orang tentu memiliki posisi dan porsinya masing-masing. Oleh sebab itu jangan menyerah sebelum berikhtiar lebih keras, karena kita tahu, Tuhan akan menempatkan kita sesuai kemampuan yang kita miliki dan yang kita butuhkan serta tidak pernah ada kata “kurang” selagi kita bersyukur atas apa yang telah Tuhan beri pada kita.

Created by Litbang HIMADIKA

%d bloggers like this: